Di setiap langkah kakiku memberi bekas pada setiap tanah yang aku injak. Belas itu bagaikan tanda yang pernah aku lewati . memang aku adalah bocah baru kemarin yang masih haus akan manis pahitnya kehidupan . dan kini aku sudah 1 tahun lebih dengan status mahasiswa di kampus ini. memasuki dunia kampus ini tidak semudah dan sesulit seperti yang aku bayangkan mulai dari senior saya yang menakut-nakuti saya saya kalua dunia kampus itu atau kuliah itu menyeramkan bagaikan masuk ke istana kegelapan,dan yang lebih lagi kata mereka ketika bertemu dosen yang mengerikan.
Opini itu cukup membuat saya dag dig dug dan gemetar bagaiman tidak cerita mereka itu kan secara langsung mmenakuti-nakuti saya,tapi saya tidak semudah itu di takuti dengan kerja keras banting tulang belajar untuk bisa masuk kampus ini akhirnya saya pun masuk di kampus yang saya impikan.aku begitu lega,bangga,dan bahagia karena dapat masuk kampus tercinta dan megah ini. aku bisa di bilang orang yang mudah bergaul tetapi di sini aku cukup lama untuk mendapatkan seorang sahabat . awalnya aku pikir aku sudah bertemu tetapi lama kelamaan aku salah menilai. Bukan itu yang aku inginkan.
Sahabat?tentu ini bukan faktor utama aku untuk nyaman di sini . tapi sungguh aku ingin memiliki banyak sahabat di sini tidak masalah dengan latar belakang social,suku,ras dan agama aku tidak memepermasalahkan itu Karena menurutku sahabat itu bagikan burung merak dengan keelokan beragam warna di bulunya. Kehidupan aku di dunia kampus ini mengajarkan kekompakan,persahabatan dan arti sebuah tanggung jawab ,kaget tentu sudah hal biasa di kampus. Kaget dengan tugas-tugas kampus yang harus deadline pengumpulannya. Kaget dengan pengguman seleksi beasiswa. Kaget dengan penggumuman sebuah lomba yang selalu membuat senam jantung,dan ada satu lagi yang membuat aku lebih terkejut lagi yaitu kaget ketika di ajari dosen tapi ngomongnya terlalu berteori sesuai konteks di buku ,seperti kurang interaktif dengan mahasiswanya, jadi kalua mengajar seperti ngomong Bahasa luar angkasa saja hingga aku tidak tahu apa itu maksudnya. Tapi aku selalu optimis untuk bisa menguasai setiap pelajaran demi pelajaran yang di berikan oleh dosen agar bisa aku kusai karena aku tidak mau jadi orang yang pesimis aku jika aku jadi orang yang pesimis sama saja aku menjurumuskan diriku ke dalam jurang kematian.
Selain itu banyak mahasiswa baru masih malu mengeluarkan pendapatnya sendiri ,banyak dari mereka yang takut akan pendapatnya yang salah ,lemahnya nyali mahasiswa dalam memberikan dan mengeluarkan pendapat yang ia miliki tentu ini sangat di sayangkan,aku pun selalu berusaha untuk melawan rasa malu itu ,tentu ini sngat merugikan jika terus terjadi padahal kebanyakan individu memiliki cara pandang yang berbeda-beda ,kadang mereka juga takut di ejek oleh teman-temannya yang lain karena pendapatnya kurang pas atau tidak sesuai. Padang tidak sedikit dari mereka yang menertawakan belum tentu berani untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri. Ddari sebagian dose nada juga yang tidak mempermasalahkan benar atau tidak pendapat mahasiswa yang di keluarkan,bagi sebagian dosen masalah benar atau salah itu nomor sekian yang terpenting itu aktif di dalam kelas dan berani untuk mengeluarkan pendapat,gagasan,dan juga ide dari pada yang hanya hadir duduk dan diam.
sejauh ini di semester 1 ada beberapa hal yang cukup membuat saya terbiasa atau yang jarang saya rasakan waktu masih duduk di bangku SMA yaitu bangun pagi,ketika dulu sma ada sosok seorang ibu yang membangunkan saya di pagi hari tapi apa daya jarak yang jauh demi sebuah tujuan dan cita-cita saya harus berpisah dengan mereka jadi kbeiasan itu pun terganti dengan sebuah hp dimana ada alarm yang saya aktifkan demi bangun pagi ketika ada mata pelajaran pagi. Malam pekat deru angin,mendidih dalam dingin berdiri dalam sederet bulu yang mencekar merasuk kedalam tulang menorobos gerbang hati mengetuk getaran jiwa tuk bangun,dentuman keras dari sebuah alarm sangat membantu untuk membangunkan tiap pagi hari.
banyak kegiatan selain belajar wajib yang saya ikuti yaitu seperti seminiar dengan narasumbernya orange-orang penting dan sangat ketat jalannya seminar narasumber bahkan membawa penggawal.saat narasumber memberi materi seminar,pengawal menunggu di dekat pintu atau bahkan di sampingnya . bahkan pernah aku mengikuti sebuah seminar kami mahasiswa di suruh dataing tapi kenapa narasumber datang terlambat . mungkin karena dia orang penting jadi banyak urusan yang harus di selesaikan. Aku sering menamainya dengan jam karet jamnya molor dan tidak tepat waktu.
sangat sulit untuk bertemu dan hanya sekedar bersalaman karena mereka orang yang sangat penting . kalau menemui narasumber seperti itu rasanya aku sangat ingin menjadi seperti mereka .
mungkin itu beberapa pengalaman saya di semester awal yang akan menjadi bagian dari perjalanan sebuah kesuksesan . saya sudah menjajak ke semester 3 ini saya merasa lebih berat,seberat apapun bahkan jika harus seberat bom atom aku akan coba untuk melaluinya dengan semangat,tapi di semester 3 ini mata kuliahnya banyaknya presentasi,tugas-tugas yang banyak dan tak kunjung usai,banyak penelitian atau kuliah lapangan itu sangat melelah di tambah lagi mengeluarkan uang yang mengakibatkkan kurangnya uang saku jajan saya. Tapi semua ini tidak menjadi halangan untuk saya karena dengan menikmati dan bersemangat menjalaninya semua itu terasa ringan dan kembali semua itu untuk kebaikan kita sebagai seorang mahasiswa .
dunia kampus menurutku ada yang individualis tapi tenang tidak semua begitu. Semester demi semester saya lalui dengan susah payah kuliah itu tidak seperti pepatah sekali belayar dua tiga pulau terlampaui tidak banyak cerita asam,pahit,manis di sini susah payah dengan semangat belajar berhasil saya jalani dengan nilai baik mungkin beberapa hasil ujian atau nilai kurang memuaskan dan menjasi evaluasi saya.
Selain nilai banyak sekali suka duka cerita yang saya lalui dari mulai pertemanan hingga tumbuh sebuah persahabatan dan mulai nyaman dengan mereka semua bahkan lebih menganggap mereka seperti keluarga kedua setelah di rumah,dan yang paling saya sukai yaitu kami selalu bertukar fikiran berbagi cerita dan ini mungkin seberapa kecil suasana kampus yang cukup mengesankan.
walaupum hingga saat ini dan sudah mencapai semester 3 atau lebih masih ada mahasiswa yang takut untuk berbicara mengeluarkan pendapatnya tentu ini sangat di sayangkan ,saya sendiri terus memeranikan diri melawan rasa takut itu dan karena apa kelak ketika sudah menjadi seorang sarjana kita semua di pastikan akan selalu berbicara di depan orang banyak tentu ini sangat saying jika kita takut untuk melakukan itu,jadi kampus ini adalah sebuah wadah awal pembentukan karakter yang baik menjadi lebih baik bahkan jadi yang terbaik ,dan dengan begitu suasana di kampus menjadi semakin bagus dengan banyaknya para pembicara dan pendapat ,semua ini merupakan ilmu awal sebelum mencapai sebuah proses realita kehidupan dan kewajiban karena sebuah gelar yang di berikan.
menyandang predikat mahasiswa memang dambaan banyak orang,banyak hal yang membuat predikat itu menjadi incaran dan rebutan banyak orang,memuaskan dahaga akan ilmu atau ingin meningkatkan status social ekonomi kelak di masa depan. Tapi pasti ada juga yang hanya sekedar untuk gengsi semata tapi saya tidak berharap itu ada,berbagai alasan ini yang kadang sering menentukan seperti apakah dia setelah ada di bangku kuliah,di samping factor itu yaitu pergaulan yang di pilih akan menjadi pengantar mereka menjalani hidup di dunia kampus.
Kehidupan mahasiswa memang lumayan berat saya rasakan memang semua ini tak semudah apa yang kita pikirkan,dapat meraih masa depan cerah,adaptasi peralihan dari tahun ker tahun tentang kehidupan mahasiswa di dunia kampus akan selalu di rasakan. Menjadi mahasiswa mungkin juga akan menjadi kebanggaan tersendiri untuk keluarga di samping faktor itu yaitu pergaulan yang di pilih akan menjadi pengantar mereka menjalani hidup di dunia kampus.
Kehidupan mahasiswa memang lumayan berat saya rasakan memang semua ini tak semudah apa yang kita pikirkan,dapat meraih masa depan cerah,adaptasi peralihan dari tahun ker tahun tentang kehidupan mahasiswa di dunia kampus akan selalu di rasakan. Menjadi mahasiswa mungkin juga akan menjadi kebanggan tersendiri untuk keluarga nya,jadi akan lebih baik jika memang sudah jauh dari keluarga untuk tidak mengecewakan mereka yang rela melakukan apa saja agar pendidikan mereka bermanfaat untuk dirinya,keluarganya dan masa depannya.
Dari semua pelajaran yang saya dapatkan di bangku kuliah selama tiga semester ini,saya bisa lebih menghargai setiap perjalanan kehidupan orang lain,bahkan hidup saya sendiri bukan dengan hasil sekarang melainkan bagaimana cara kita sampai ke titik finish dengan cara baikoleh karena itu jangan menilai orang dari luarnya tapi kenali lah dia kenali dari lubuk hatinya tidak selamanya orang terlihat jahat selalu berbuat jahat tinggal bagaimana kita bisa melihat perubahan kebaikan dari diri orang-orang tersebut.
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing,yang kadang-kadang sulit di tebak kedalamannya,yang menerima segala sampah.dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
Belajar dan terus belajar hauslah dengan ilmu,jangan pernah puas,prosesmu yang sekarangan adalah sebuah catatan menuju kesuksesan ,kembali kedua orang tua dan buat mereka bangga dengan sebuah pencaipain yang telah di buat dengan kerja keras,usaha dan doa.
karya:Robby Martiano
ig:Robbymartiano_rm


Komentar
Posting Komentar